Percakapan Krisna dengan Bhisma tentang Tradisi

textgram_1463149421.pngKrisna : ” tradisi, seperti buah mangga saat baru berbuah rasanya pahit setelah beberapa waktu, rasanya asam hanya manusia yang menyukai rasa asam akan menerimanya dengan senang hati dan setelah beberapa waktu lagi rasanya manis dan disukai banyak orang tapi hingga suatu waktu dia menjadi lembek dan mulai berbau busuk, manusia yang memakannya akan jatuh sakit dan pada akhirnya, yang tersisa hanyalah biji yang mengering yang tidak berguna bagi siapapun” “aku tidak menentang tradisi, paduka tapi jika mulai dijadikan alat untuk mengeksploitasi dan lebih memberi kedukaan dibanding kesukaan maka harus dikubur dalam bumi untuk menumbuhkan sesuatu yang baru” Bhisma : “siapa yang menentukan sebuah tradisi mulai membusuk?” Krisna : “waktu yang akan memutuskannya dan siapapun harus mematuhi keputusan waktu, paduka”

Lengan robot buatan yang dikendalikan dari otak, mungkinkah?

Saat ini muncul trend berita tentang seorang tukang las bernama  I Wayan Sumardana atau pak Tawan  yang membuat lengan robotnya sendiri. Pak Tawan yang merupakan alumni SMK Rekayasa Denpasar Jurusan Elektronika, menggunakan barang2 bekas seperti dinamo, chip komputer, gir, bagian2 sepeda motor dsb. Jika ini benar adanya, sangat luar biasa bukan? Mungkinkah itu terjadi di dunia nyata? Bisakah sinyal otak dibaca dari luar menggunakan peralatan elektronik? Beberapa komentar di jejaring sosial meragukan hal itu. Saya sendiri tidak tahu pasti apakah informasi tentang lengan robot pak Tawan ini benar atau tidak karena saya tidak ketemu langsung. Hanya membaca dari jejaring sosial dan posting beberapa blog.  Tetapi saya tertarik dengan pernyataan “dikendalikan oleh otak”.

(sumber : posting dari facebook)

(sumber gambar : tempo.co)

Seperti yang kita ketahui bahwa otak terdiri dari milyaran sel otak(Neuron) yang berkomunikasi dengan memancarkan gelombang listrik. Jadi selama kita hidup, maka otak akan terus mengeluarkan gelombang otak. Frekwensi gelombang otak digolongkan menjadi gelombang delta(Penyembuhan, Tidur Sangat Nyenyak), theta (Relaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori), alpha (kreativitas, relaksasi, visualisasi) dan beta(waspada, kosentrasi). Cara mengukur gelombang otak adalah dengan menggunakan alat yang disebut dengan Electroencephalograph (EEG) (selengkapnya bisa dibaca disini tentang gelombang otak).

Saat ini terdapat alat yang digunakan untuk membaca gelombang otak tersebut, salah satunya(atau satu2nya?) adalah Emotiv EPOC (https://emotiv.com/epoc.php). Alat ini merupakan produk dari Australian electronics yang berupa “brain–computer interfaces” berdasarkan EEG. Alat ini berbentuk seperti headset (neuro headset) yang dipasang dikepala untuk menangkap signal otak. Signal otak ini yang akan diolah untuk menjadi input dari suatu sistem. Beberapa penerapan dari alat ini seperti untuk game, pembelajaran, penelitian dan sebagainya. Salah satu penerapan yang dilakukan oleh mahasiswa adalah pada GEMASTIK 8 berupa Piranti Cerdas Wheelie – BNW-Kursi Roda dengan Kendali Otak  (BINUS).

Sumber : https://emotiv.com/epoc.php

Sumber : https://emotiv.com/epoc.php

Nah kembali ke cerita pak Tawan, memungkinkan atau tidak mengendalikan lengannya dari gelombang otaknya? yaa sangat memungkinkan. Cuma alatnya yang digunakan pak Tawan berbeda dengan Emotiv EPOC. Mungkin rakit sendiri? Sangat luar biasa. Kreativitas sangat tingggi, inspiratif.

Semoga yang dilakukan pak Tawan menginspirasi yang lain, mengundang pemerintah, peneliti dan donatur untuk menyempurnakan lengan robot serta muncul teknologi-teknologi sejenis untuk membantu manusia.

Video : (sumber facebook Juni)

Video by Juni Arta on Monday, January 18, 2016

tulisan ini spontan dibuat berdasarkan pengetahuan minim penulis dan berdasarkan referensi yang pernah dibaca. Tulisan ini belum diuji kebenarannya dan belum direview oleh reviewer yang kompeten 🙂

[Ebook] UX Design Trends Bundle The most useful UX trends of 2015-2016

anda web designer? mobile app designer? UX designer? ini ada ebook gratis

btw info ini saya dapat dari perkuliahan HCI di SCELE Fasilkom UI dan forum CHI UX Indonesia

whats topic?

Berpikir bahwa segala sesuatu dunia ini sudah sempurna, menyebabkan tidak percaya diri dalam memilih suatu topik Riset

Pengembangan APP Android : run app langsung ke HP android

Sudah punya HP/perangkat android tapi tetap berdarah-darah menunggu run app di Android Virtual Device (AVD)?, disitu kadang saya merasa sedih :tabrakan:. Run aplikasi saat mengembangkan app pada perangkat android  jauh lebih cepat daripada menggunakan simulator/AVD. Tentu juga kita juga bisa langsung melihat hasil jadi aplikasi yang kita kembangkan. Nah, bagaimana caranya agar aplikasi yang kita kembangkan bisa dijalankan langsung pada perangkat Android kita?

  1. Hubungkan perangkat Android anda ke PC menggunakan kabel USB. pastikan menginstall driver USB perangkat android tersebut. Jika kesulitan bisa dilihat disini http://developer.android.com/tools/extras/oem-usb.html
  2. Aktifkan mode USB Debugging pada perangkat android anda. Pada perangkat Android 3.2 atau yang lebih lama, menu USB Debugging ada pada menu Setting-Application. Pada android 4.0 keatas, ada pada Setting – Developer Options. Pada perangkat android 4.2 keatas, secara default mode Developer Option tidak terlihat. Untuk membuatnya terlihat, masuk ke menu Setting-About Phone, tekan opsi Build Number sebanyak 7 kali (sambil berdoa :p). Kembali ke layar sebelumnya untuk masuk ke menu Developer Options
  3. Untuk menjalankan aplikasi pada Android Studio langsung ke perangkat Android, klik tombol run. Pada bagian running device, pilih perangkat android anda.

Pengembangan APP Android : Instalasi Android Studio

ANDROIDSetelah sekian lama tidak ngoprek  Android, kali ini mau tidak mau harus kembali bergelut dengan si Robot Hijau ini demi mencerdaskan anak bangsa (lebay mode on :hammers ). Tapi kali ini saya tidak menggunakan editor Eclipse. Google sudah memiliki editor Android(Official) sendiri yaitu Android Studio. Tentu saja kita coba move on juga menggunakan Android Studio.

Android Studio merupakan editor kode pemrograman yang resmi didukung oleh Google untuk pengembangan aplikasi Android. Android Studio memiliki kemampuan melengkapi kode yang baru ditulis sebagian(Advance Code Completion), refactoring dan code analysis.

Kelebihan lain dari Android studio adalah dalam membuat project baru dengan menggunakan template yang sudah disediakan ataupun import dari contoh kode yang ada pada Github. Selain itu, Android Studio tidak hanya untuk aplikasi Android telepon seluler, tetapi juga pada tablet, android wear, android Autor dan Google Glass. Android Studio secara bawaan sudah menyediakan emulator yang didefinisikan sebelumnya sesuai dengan perangkat Android pada umumnya.

Mari siapkan peralatan tempur kita :army: :

Cara installnya gampang, tinggal baca dan next2 saja :D.

Btw materi pertemuan pertama dan kontrak kuliah bisa download disini Pengenalan Aplikasi Mobile (484)

Membuat script python berjalan saat raspberry booting dan prioritas terakhir

Bagaimana  caranya agar script python berjalan saat raspberry booting?, dan berjalan pada prioritas terakhir?. Dengan menambahkan fitur ini, kita tidak perlu menghubungkan raspi ke monitor dan menggunakan keyboard. script python langsung berjalan.

contohnya saya punya script python yang beralamat di /home/pi/museumRFID/Read.py

1. buat script di /etc/init.d/, contohnya namanya adalah launcherMuseum
sudo nano launcherMuseum

2. Kemudian ketik code untuk running python
sudo python /home/pi/museumRFID/Read.py

3. lalu simpan (ctrl+0, ctrl+x), ubah chmod menjadi 755
sudo chmod 755 launcherMuseum

4. Selanjunya daftarkan ke rc.d-update
sudo update-rc.d launchermuseum defaults 99

Setelah ini maka script langsung langsung berjalan setelah raspi booting (tanpa perlu display/keyboard)

 

QRCode Reader melalui USB webcam pada Raspberry Pi

QRCode merupakan kode 2 dimensi yang menyimpan data lebih besar daripada barcode satu dimensi. Penggunaan QRCode sangat beragam, seperti pada bungkus barang agar mudah diidentifikasi, tidak perlu mengetik kodenya secara manual pada keyboard. Untuk keperluan inilah saya tertarik mencoba QRCode pada Raspberry Pi.

Persiapan :

  • Raspberry Pi dengan Webcam
  • Raspberry Pi terkoneksi Internet

Raspi QRCode Perangkat

 

Kali ini saya menggubakan library ZBar. berikut cara-cara penggunaannya

Install Zbar
sudo apt-get zbar-tools

Pastikan webcam sudah didetect sama raspi
ls /dev/video*
jika muncul /dev/video0 atau /dev/video1, berarti itu adalah webcamnya

Untuk mencoba, silakan ketik
zbarcam /dev/video0

lalu arahkan kamera ke QRCODE

Raspi QRCodeRaspi QRCOde2

 

 

 

 

 

 

 

Kemudian jika ingin mengolah data yang diperoleh dari QRCOde bisa menggunakan bahasa pemrograman, contohnya Python.

Sebelumnya instal Modul ZBAR pada python

sudo apt-get install python-zbar

#!/usr/bin/python
from sys import argv
from subprocess import call
import zbar

# create a Processor
proc = zbar.Processor()

# configure the Processor
proc.parse_config(‘enable’)

# initialize the Processor
device = ‘/dev/video0’
if len(argv) > 1:
   device = argv[1]
proc.init(device)

# enable the preview window
proc.visible = True

# read at least one barcode (or until window closed)
proc.process_one()

# hide the preview window
proc.visible = False

# extract results
for symbol in proc.results:
    # do something useful with results
    print ‘decoded’, symbol.type, ‘symbol’, ‘"%s"’ % symbol.data
    #selanjutnya terserah anda

espeak raspberrySekarang sudah mulai mengerjakan satu project penelitian. Ada satu fitur di project tersebut agar alat yang dibuat bisa mengucapkan tulisan yang diterima dari server dalam bahasa indonesia. Setelah googling sana sini (google is ur friend) ;-). Akhirnya ketemu engine TTS bagus yang berjalan di Raspberry Pi, namanya ESPEAK. Dengan Espeak, kita bisa mengubah tulisan menjadi suara. Kelebihan ESPEAK adalah disamping suaranya lebih jernih, juga mendukung banyak bahasa seperti yang didukung oleh MBROLA.  Selanjutnya tentang apa itu ESPEAK bisa dilihat di http://espeak.sourceforge.net.

Kali ini saya menginstallnya secara remote melalui aplikasi SSH Putty. Kan Raspi nya sudah bisa jadi access point juga 😀

Langkah-langkah instalasi ada di http://elinux.org/RPi_Text_to_Speech_%28Speech_Synthesis%29

Agar mau mengucapkan bahasa indonesia sesuai text input, contoh perintah shell nya adalah

espeak -vid+f1 -k5 -s150 “apa kabar semua, apakah anda sudah makan?” 2>/dev/null

kalo mau bahasa inggris ganti -vid menjadi -ven. kalo mau suara laki2, ganti f1(female2) menjadi m1(male1). bisa coba2 f1,f2,f3,m1,m2 dsb. Nah terus bagaimana jika ingin memanfaatkannya pada level aplikasi? ini contohnya saya pake bahasa PHP.  Syntaxnya menyusul 😀

sudah dulu, ntar jam 6 mau jalan santai, IT2D 😀

 

 

Raspberry Pi sebagai web server dan access point

Setelah menginstall web server, mysql server dan phpmyadmin, ada keinginan menjadikan raspberry pi sebagai web server sekaligus memberikan layanan wifi bagi client yang ingin terhubung ke raspberry tersebut. Jadi raspberry harus bisa memberikan layanan hotspot yang memiliki IP sendiri dan DHCP. Contohnya menjadikan raspberry sebagai streaming server.

Raspberry IMG_20141003_224629 wifi

Sayangnya tidak semua perangkat usb wifi support, hanya beberapa yang support seperti EDIMAX dan RALINX dan DLINK. kemarin saya mencoba menggunakan EDUP tapi muncul “Starting advanced IEEE 802.11 management: hostapdSegmentation fault  failed!”. akhirnya saya mencoba dengan perangkat DLINK DWA-125 (ternyata berhasil).

Bagaimana langkah-langkah menjadikan Raspberry Pi sebagai hotspot? secara lengkap sudah ditulis di web http://elinux.org/RPI-Wireless-Hotspot.   Tidak memerlukan skill advance, cukup tau dasar2 linux dan sedikit kesabaran dan ketekunan. 😉