Cyclomatic Complexity (CC) merupakan metrik tradisional yang menghitung tingkat kompleksitas suatu method/procedure. Metrik ini bisa diterapkan pada pemrograman berorientasi objek untuk menghitung kompleksitas suatu method. Kompleksitas dalam method merujuk kepada berapa jumlah test case yang diperlukan untuk mengevaluasi method tersebut sehingga setiap percabangan didalam method tersebut pernah dilalui. Cyclomatic Complexity (CC) secara langsung tidak bisa digunakan untuk mengukur kompleksitas kelas. Menurut sumber kami, hal tersebut tidak bisa karena adanya pewarisan dalam code. Namun Cyclomatic Complexity (CC)  bisa menghitung kompleksitas kelas jika dikombinasikan dengan pengukuran lain.

Cyclomatic Complexity (CC) berpengaruh terhadap Understandability, Maintainability dan Testing. Semakin kompleks suatu method berpengaruh terhadap semakin sulit untuk memahami method tersebut dan tentu saja akan semakin sulit jika nantinya ingin melakukan memaintenace method tersebut. Selain itu, tentu saja akan berpengaruh terhadap kompleksitas pengujian yang dilakukan terjadap method tersebut.

Dalam menghitung Cyclomatic Complexity (CC) dalam method, statement disimbolkan dengan node dan aliran program dilambangkan dengan edge. Nilai Cyclomatic Complexity (CC) merupakan jumlah edges-jumlah node +2. Berikut contoh penghitungan CC.

Berikut contoh perhitungan CC dari code. Nilai CC 4 yang dihasilkan berarti diperlukan 4 test case untuk menguji method tersebut

Kami juga melakukan penghitungan nilai CC pada program Character Graphic, diperoleh hasil seperti berikut.

CC tertinggi ditemukan pada kelas Drawing Package. Nilai CC Drawing Package sangat significant dibanding dengan kelas-kelas lain. Ini terjadi karena kelas Drawing Package merupakan kelas yang berisi banyak kondisional case untuk menterjemahkan menu-menu diinput.

Baca Juga : Metrik pengembangan perangkat lunak berorientasi objek

 

 

sada
sadasd•Understandability dan Maintainability