Metrics Software, OOP/OOAD, Software Engineering

Metrik pengembangan perangkat lunak berorientasi objek

Written by Resika Arthana · 2 min read >

Pengembangan dan desain perangkat lunak berorientasi objek saat ini sangat populer. Perbedaan utama antara pemrograman terstruktur dengan berorientasi objek adalah pada pemrograman terstruktur fundamental pembangunan program adalah algoritma. Sedangkan pada pemrograman berorientasi objek menggunakan objek sebagai fundamentalnya. Dalam pengembangan perangkat lunak berorientasi objek, supaya perangkat lunak/source code yang kita buat berkualitas harus memperhatikan kaidah-kaidah seperti reusability, understandability, maintainability dan testability. Reusability adalah kemampuan kode yang kita buat bisa digunakan lagi pada aplikasi lain maupun pada aplikasi itu sendiri. Kode yang kita buat harus mudah dimengerti(understanbility) supaya mudah di maintenace. Selain itu, kode yang kita buat usahakan sederhana(simplicity) sehingga mudah dilakukan pengujian (testing). Nah pertanyaannya sekarang, bagaimana kita mengetahui kualitas kode yang kita buat? Bagaimana cara mengukurnya?  :bingung:

Metrics software merupakan tools yang bisa digunakan untuk mengukur kode yang kita buat dengan berbagai macam tipe pengukuran yang berhubungan dengan sistem, proses atau dokumen terkait dalam perangkat lunak. Metrics membantu dalam melakukan evaluasi terhadap pengembangan dan testing yang perlu dilakukan dalam suatu sistem yang meliputi aspek testability, understandability, maintainability dan reusability. Metrics yang bisa digunakan untuk mengukur perangkat lunak berorientasi objek bisa juga metrik tradisional(pada pemrograman struktural) dan metrik yang khusus digunakakan untuk pengembangan perangkat lunak berbasis objek.

Pada posting ini kami akan membahas paper berjudul “Applying and Interpreting Object Oriented Metrics” yang ditulis oleh Dr. Linda H. Rosenberg. Paper ini membahas tentang Software Assurance Technology Center (SATC) pada NASA Goddard Space Flight Center yang melakukan pendekatan untuk memilih metrics untuk project dengan terlebih dahulu mengidentifikasi atribut yang terkait dengan pengembangan berorientasi objek. Cakupan bahasan tersebut meliputi  penjelasan metrik-metrik tersebut, termasuk, cara menghitung dan bagaimana cara membacanya. Kami juga mengambil studi kasus dari tugas Character Graphics pada mata kuliah TPL.

Pada paper ini, SATC mengusulkan panduan interpretasi metrik-metrik dengan cara melihat kenapa suatu nilai metrik berbeda dari satu modul dengan modul lainnya, kemudian menginvestigasinya. Berikut tabel intepretasi metrik.

alam penjelasan masing-masing metrik penghitungan metrik dilakukan pada kelas Character Graphic. Berikut adalah kelas diagram Character Graphic.

Untuk penjelasan, cara penghitungan dan cara mengintepretasikan silakan klik link berikut

Traditional Metrics

NEW Object-Oriented

Pertanyaan saat presentasi

Saat kami mempresentasikan paper ini, ada beberapa pertanyaan yang muncul diantaranya adalah :

Q : Apakah kelas library dihitung dalamRFC dan CBO?
A : method kelas library tetap dihitung. Kecuali pada RFC, methon printl tidak dihitung. (sumber)

Q : Bagaimana cara menghitung executable statements?
A :Statement bisa dibagi menjadi dua yaitu : (sumber)

1. Deklaratif
* procedure header dan end statement seperti { dan }
* variable dan konstanta
2. Executable
* Control statement seperti IF, For, Do
* Error Handling
* Semua statement yang tidak termasuk deklaratif

Q : Kenapa Cyclomatic Complexity  tidak bisa digunakan untuk menghitung kompleksitas kelas? Apa pengaruh inheiretence?
A: Dengan adanya inheirence, kita tidak bisa menghitung kompleksitas setiap method karena mungkin kompleksitas method tersebut sudah dideklarasikan pada induknya

Kesimpulan :

  • Object oriented metrics  memberikan informasi yang bernilai bagi pengembang sistem berorientasi objek dan project manager.
  • SATC menemukan kombinasi yang efektif dari “traditional” metrik dan metrik yang mengukur struktur unik dari pengembangan berorientasi objek.
  • Hal ini mengizinkan pengembang dapat menggunakan metrik yang lebih dikenalnya seperti complexity dan lines of code ke lingkungan yang baru

Tulisan ini dibuat sebagai tugas TPL Fasilkom UI. Penulis posting topik tentang metrik ini adalah :
  • I Ketut Resika Arthana
  • Sunario Megawan

:cendol

Jika ada kekeliruan dalam penjelesan, mohon dikritik dan diberikan saran. CMIIW

Written by Resika Arthana
I Ketut Resika Arthana, staff dosen di Undiksha. Juga sebagai ketua divisi pengembangan sistem informasi di UPT TIK - Undiksha. Selain itu, juga sebagai co-founder PT. Hooki Global Kreasi. Bidang ilmu ditekuni : pemrograman, datamining, user experience dan IOT Profile

6 Replies to “Metrik pengembangan perangkat lunak berorientasi objek”

  1. I’d like to thank you for the efforts you’ve put in writing this site.

    I am hoping to check out the same high-grade blog posts from you later on as well.
    In fact, your creative writing abilities has inspired me to get
    my own, personal site now 😉

  2. Attractive section of content. I just stumbled upon your site and in accession capital to
    assert that I acquire in fact enjoyed account your blog posts.
    Anyway I’ll be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently rapidly.

  3. I believe everything composed was actually very reasonable.
    But, think on this, suppose you were to create a awesome post title?
    I am not suggesting your content isn’t good, but what if you added something that makes people desire more?

    I mean Metrik pengembangan perangkat lunak
    berorientasi objek | IT 4 our life is a little plain. You should glance at Yahoo’s front
    page and note how they create post titles to get people to open the links.
    You might try adding a video or a picture or two to grab readers
    excited about what you’ve got to say. Just my opinion, it would bring
    your posts a little bit more interesting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin