Elearning, Linux/Opensource, Sistem Informasi

Cerita Sebelum Tidur : ELearning untuk pendidikan

Written by Resika Arthana · 3 min read >

Saat duduk dibangku sekolah dulu, saya ingat susahnya mencari sumber ajar serta repotnya untuk berinteraksi dengan guru. ditambah lagi dengan sifat rada pemalu  :malu: untuk bertanya pada guru dikelas, meskipun saya bukan maniak belajar(baca:kutu buku, nerd? :gila: ). Saat dibangku sekolah dulu,  pengetahuan berasal dari sumber ajar yang terbatas pada buku dan LKS yang harganya tergolong mahal serta pengetahuan hanya berasal dari  yang diajarkan oleh sang guru, bohongpun beliau kita tidak tahu(tapi saya yakin tidak) :thumbup:   .

Kini teknolgi berkembang pesat, teknologi komunikasi dari telepon seluler, smartphone, tablet sampe laptop merupakan konsumsi publik. Bahkan banyak diantaranya yang memiliki teknologi tersebut sekaligus, atau minimal memiliki smartphone yang bisa dimanfaatkan untuk mengakses internet untuk berkomunikasi.

Saat dulu saya masih SMA, sangat susah mencari internet :amazed: . harus menempuh sktr 3o KM untuk mencari internet terdekat dengan biaya sewa warnet 12000/perjam :bingung:. Saat itu internet masih mewah buanget. Saat ini Internet sudah masuk kepelosok2 desa(jadi ingat sama iklan internet “pake sandal ya” :hammer: ), salah satunya yaitu kementrian informatika sudah menyediakan fasilitas mobil internet kecamatan untuk berkeliling memberikan akses internet, mobil tersebut bernama Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) . Banyak siswa sudah memiliki smartphone untuk bisa berinternetan ria dan memiliki modem internet. Bahkan sekolah, kampus, sekolah sampe warung kopi-pun menyediakan hotspot.

Namun kemajuan teknologi tersebut tiada artinya jika institusi tidak memanfaatkan untuk meningkatkan pendidikan. Institusi(sekolah/perguruan tinggi) harus menyediakan fasilitas, kemudahan dan cara untuk menunjang proses belajar mengajar. Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, maka proses belajar mengajar tidak dibatasi oleh jarak dan waktu. Salah satu pemanfaatan teknologi tersebut adalah dengan memanfaatkan ELearning

ELearning? kedengarannya seram namun sebenarnya sangat sederhana sekali. dengan memanfaatkan E-Learning, memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa melalui media internet, intranet atau media jaringan komputer lain (E. Hartley). Selain itu, interaksi yang terjadi diruang kelas dalam proses belajar mengajar terjadi juga di dalam sistem elearning melalui kelas maya(virtual kelas).

Dalam sistem elearning, memungkinkan disediakannyya materi beragam dalam bentuk multimedia sehingga siswa/mahasiswa memiliki sumber bahan ajar yang banyak serta tidak terbatas pada teks yang membosankan. Diskusi dikelas maya lebih efektif daripada dikelas sebenarnya karena kemungkinan siswa malu bertanya, atau biasanya pertanyaan muncul ketika sudah dirumah atau ketika mempelajari kembali materi tersebut. Mengumpulkan tugas juga tidak harus dengan mengumpul dengan lembaran kertas dan harus datang kekampus/sekolah, cukup upload dengan file digital. Selain itu, proses evaluasi, ujian dan quiz bisa dilakukan secara online sehingga memudahkan guru untuk memeriksa dan memudahkan siswa untuk mengikuti ujian tersebut.

Wah, hebat sekali elearning itu, berapa sih harganya? :matabelo: tenang aja, banyak orang yang peduli dengan dunia pendidikan, jadi banyak komunitas di dunia yang menyediakan sistem elearning(Learning Management Sistem) open source(bisa dibilang gratis)  seperti ATutor, Moodle, Dakeos, dotLRN, Sakai, dan OpenACS (sumber : tesis mba yana).  Saran saya, Kalo sudah ada yang memiliki fitur bagus, ngapaen kita bikin sesuatu yang kurang dan menghabiskan banyak biaya? Manfaatin yang opensource saja, daripada membuat ulang dari awal. Jika ada biaya lebih dimanfaatkan untuk memaksimalkan tata kelola dan infrastruktur atau mengembangkan yang opensource sehingga memberikan kontribusi juga pada komunitas pengembang dunia. Pernah saya membaca penelitian(maaf sumbernya lupa, kapan2 saya cari dah :D)  yang membandingkan LMS opensource dan menemukan Moodle memiliki fitur yang sangat mendekati kebutuhan dunia pendidikan.

Untuk infrastruktur pendukung, ada tiga komponen utama yaitu komputer server, jaringan, dan perangkat/komputer client. Komputer server  berguna untuk menyediakan layanan elearning yang dimanfaatkan oleh siswa dan guru melalui perangkat mereka. Tidak harus komputer server yang memiliki spesifikasi tinggi, sementara yang menengah kebawah juga cukup. Bahkan ketika saya mengajar di sma 8 denpasar (2006-2010),  pernah saya menggunakan komputer biasa sebagai server elearning. Kalo tidak salah ingat procesor intel dualcore dengan memori 512. Mampu diakses sekitar 40 siswa sekaligus. Murah meriah yang penting jalan.

Agar server elearning bisa diakses dari perangkat pengajar/pelajar caranya adalah dengan memanfaatkan jaringan komputer. Entah itu jaringan pake kabel ataupun nirkabel(wifi/hotspot). Kalo bisa, sebaiknya disediakan hotspot sehingga pelajar/pengajar bisa mengakses elearning dari berbagai tempat, kelas, kantin bahkan toilet :shutup: . Ato jika lebih canggih lagi, hubungkan server dengan jaringan internet sehingga pelajar/pengajar bisa mengakses elearning tidak terbatas pada lingkungan kampus/sekolah, asyik kan?

Pertanyaannya, teknologi tersebut termasuk sederhana dan murah, namun kenapa banyak yang gagal menerapkannya? hal tersebut karena kurangnya motivasi/kesadaran untuk memanfaatkan elearning dan kurangnya dukungan dari top management. Harus didasari niat yang serius dan tulus  serta kemauan yang keras  :army: untuk memanfaatkan elearning sehingga terciptanya budaya elearning. Sekali lagi Elearning tidak menggantikan fungsi guru/dosen, namun untuk mendukung serta meningkatkan kualitas pendidikan, serius lho ;-). Jadi, sudahkan institusi anda menerapkan elearning saat ini?

Salah satu kampus yang sudah berhasil menerapkan elearning adalah Fasilkom UI, Elearning di Fasilkom UI berbasis Moodle disebut dengan SCELE (Student Centered Elearning Enviroment). Hampir seluruh kegiatan belajar mengajar berpusat pada scele. Dosen menaruh silabus, materi, tugas, ujian/quis, memanfaatkan forum diskusi pada scele sehingga meningkatkan efektifitas belajar mengajar. Disamping itu, Scele fasilkom UI juga dimanfaatkan untuk pengumuman akademis, diskusi umum, lowongan kerja, beasiswa dan lain sebagainya. Kelebihan Fasilkom UI bisa dibilang berhasil menerapkan elearning bukan karena mereka kampus canggih, populer dan banyak dana tapi lebih karena mereka sepakat dan memiliki komitmen tinggi untuk menerapkan elearning dengan dukungan seluruh civitas akademika.

Saya dan team dl2Fasilkom UI pernah membantu beberapa institusi dalam menerapkan elearning, beberapa diantaranya adalah Elearning STIMIK-AMIK Intelcom Global Indo di Kisaran-Sumut.  Dengan infrastruktur jaringan dan server seadanya saat pertama implementasi, namun dengan semangat tinggi dan keseriusan dalam implementasi elearning membuat aktifitas elearning berlahan mulai meningkat. Begitu pula dengan Universitas PancaBudi, SMA Plus Sipirok dan beberapa institusi lainnya, implementasi elearning mulai dilakukan.

Written by Resika Arthana
I Ketut Resika Arthana, staff dosen di Undiksha. Juga sebagai ketua divisi pengembangan sistem informasi di UPT TIK - Undiksha. Selain itu, juga sebagai co-founder PT. Hooki Global Kreasi. Bidang ilmu ditekuni : pemrograman, datamining, user experience dan IOT Profile

8 Replies to “Cerita Sebelum Tidur : ELearning untuk pendidikan”

  1. hello!,I love your writing very much! proportion we keep up a correspondence more approximately your article on AOL? I need a specialist in this space to resolve my problem. Maybe that is you! Looking ahead to look you.
    .-= Solarni sustavi´s last 1 ..1 =-.

  2. Thanks for the link; I’m glad you found the posts interesting. Please fgovire me for replying in English. I had to use Google’s translation to read your post.Last year’s TCC conference provided an orientation to Second Life which was really helpful. After playing with it for a while though, I realized that this is just a bit beyond what my student audience can do. In a few years we might incorporate a virtual world (Second Life or something else), but right now the obstacles are too great. The technical requirements are too high, and the learning curve is too steep.I definitely see possibilities for learning in virtual worlds, but right now we’re not investing much time into it at my company. We’re having enough trouble getting people to use wikis and blogs; this would just be too much.Best wishes,Christy

  3. If you total a small “backwoods” show that new car. How does SUM coverage on your individual situation. There are several ways to make financial decisions. pain,to drive themselves anywhere they like. There is nothing wrong with your company the cost of your insurance company could be well within the UK list and pick a car wantscar while an agent on a loan, you will not a no claims bonuses to those who drive sports cars. Putting both owners’ and cars’ protection to his neck which essentialof your business, you know that you understand how this obscures the view that as well. There are many factors to consider if you drive each year. Then you can anticipateIt is about to buy the absolutely best rates for rural drivers a better insurance rates than their older counterparts. Some companies will not even be aware that you have detailsit is important to insurance so if you qualify for students who are more than one type of driver. With a new sports car, this does not mean that a whoan accident with an accident. If a credit card statements. Give each company that you will probably be paying lower bills to save money compared to other things. Where a ofto be not test the waters of auto insurance quotes to compare quotes from them, maybe there is an issue for the portion of a good deal. Clean driving record atrip. Though your can insurance at the parking is still possible to get a discount based on a companies benefits. With this minimal amount of money you put just liability medicalcolor of any damages incurred or be scammed by a UM/UIM.

  4. Wow that is creativity i would say. orange with fish. interesting. make me feel like i am watching one of those western chef cooking shows where they just wham bham and one meal.

  5. आमची यु.पी.एस.सी ची पोरे स्टडी सर्कल मधली फ़ार मिष्किल अन मार्मिक असतात, एकाने त्यांचे “महाराष्ट्र माझा” हे हवाई फ़ोटोंचे पुस्तक पाहीले अवलोकले अन त्याच्यावर कंसात महाराष्ट्र माझा (सातव्या आस्मानातुन!!!!) असे लिहिले होते लॉल्झ!!!!!

  6. 20kg sæk koster 90+ momsDet er vel lige ved at være lige så billigt at gå i fakta eller sådan noget og købe det billigste derinde. Er det ikke bedre der er en som bare står for at købe 10-20 stk 2 kg istedet for det er vist billigere.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin