Computer Science

Lengan robot buatan yang dikendalikan dari otak, mungkinkah?

Written by Resika Arthana · 1 min read >

Saat ini muncul trend berita tentang seorang tukang las bernama  I Wayan Sumardana atau pak Tawan  yang membuat lengan robotnya sendiri. Pak Tawan yang merupakan alumni SMK Rekayasa Denpasar Jurusan Elektronika, menggunakan barang2 bekas seperti dinamo, chip komputer, gir, bagian2 sepeda motor dsb. Jika ini benar adanya, sangat luar biasa bukan? Mungkinkah itu terjadi di dunia nyata? Bisakah sinyal otak dibaca dari luar menggunakan peralatan elektronik? Beberapa komentar di jejaring sosial meragukan hal itu. Saya sendiri tidak tahu pasti apakah informasi tentang lengan robot pak Tawan ini benar atau tidak karena saya tidak ketemu langsung. Hanya membaca dari jejaring sosial dan posting beberapa blog.  Tetapi saya tertarik dengan pernyataan “dikendalikan oleh otak”.

(sumber : posting dari facebook)
(sumber gambar : tempo.co)

Seperti yang kita ketahui bahwa otak terdiri dari milyaran sel otak(Neuron) yang berkomunikasi dengan memancarkan gelombang listrik. Jadi selama kita hidup, maka otak akan terus mengeluarkan gelombang otak. Frekwensi gelombang otak digolongkan menjadi gelombang delta(Penyembuhan, Tidur Sangat Nyenyak), theta (Relaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori), alpha (kreativitas, relaksasi, visualisasi) dan beta(waspada, kosentrasi). Cara mengukur gelombang otak adalah dengan menggunakan alat yang disebut dengan Electroencephalograph (EEG) (selengkapnya bisa dibaca disini tentang gelombang otak).

Saat ini terdapat alat yang digunakan untuk membaca gelombang otak tersebut, salah satunya(atau satu2nya?) adalah Emotiv EPOC (https://emotiv.com/epoc.php). Alat ini merupakan produk dari Australian electronics yang berupa “brain–computer interfaces” berdasarkan EEG. Alat ini berbentuk seperti headset (neuro headset) yang dipasang dikepala untuk menangkap signal otak. Signal otak ini yang akan diolah untuk menjadi input dari suatu sistem. Beberapa penerapan dari alat ini seperti untuk game, pembelajaran, penelitian dan sebagainya. Salah satu penerapan yang dilakukan oleh mahasiswa adalah pada GEMASTIK 8 berupa Piranti Cerdas Wheelie – BNW-Kursi Roda dengan Kendali Otak  (BINUS).

Sumber : https://emotiv.com/epoc.php
Sumber : https://emotiv.com/epoc.php

Nah kembali ke cerita pak Tawan, memungkinkan atau tidak mengendalikan lengannya dari gelombang otaknya? yaa sangat memungkinkan. Cuma alatnya yang digunakan pak Tawan berbeda dengan Emotiv EPOC. Mungkin rakit sendiri? Sangat luar biasa. Kreativitas sangat tingggi, inspiratif.

Semoga yang dilakukan pak Tawan menginspirasi yang lain, mengundang pemerintah, peneliti dan donatur untuk menyempurnakan lengan robot serta muncul teknologi-teknologi sejenis untuk membantu manusia.

Video : (sumber facebook Juni)

Video by Juni Arta on Monday, January 18, 2016

tulisan ini spontan dibuat berdasarkan pengetahuan minim penulis dan berdasarkan referensi yang pernah dibaca. Tulisan ini belum diuji kebenarannya dan belum direview oleh reviewer yang kompeten 🙂

Written by Resika Arthana
I Ketut Resika Arthana, staff dosen di Undiksha. Juga sebagai ketua divisi pengembangan sistem informasi di UPT TIK - Undiksha. Selain itu, juga sebagai co-founder PT. Hooki Global Kreasi. Bidang ilmu ditekuni : pemrograman, datamining, user experience dan IOT Profile

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin