Computer Science, NGINX, Server, Website & Online

Menentukan Web Server, Instalasi NGINX, Setting PHP

Written by Resika Arthana · 1 min read >

etelah VM on dan bisa diakses, selanjutnya memilih web server yang mau dipakai. Disini muncul kegalauan memilih web server antara web server sejuta umat (APACHE), NGINX dan lighthttp.  Dari beberapa sumber disebutkan bahwa lighthttp lebih bagus dari yang lain, menyusul nginx dan apache (Lebih jelasnya bisa googling sendiri hehee..). Tetapi kalau kita intip web-web yang memiliki trafik tinggi seperti tokopedia dan bukalapak menggunakan NGINX.  Saya mengintip pakai (http://toolbar.netcraft.com/site_report). Akhirnya diputuskan mencoba NGINX. Meski beberapa sumber menyatakan bahwa susah untuk konfigurasi NGINX dibandingkan dengan apache. Memang sih metode pengambilan keputusan penentuan web server agak lemah, tapi setidaknya dengan melihat popularitas web server tersebut di beberapa studi kasus, kita bisa mengikutinya (ngeles mode on) :D.

Instalasi :

sudo apt-get update
sudo apt-get install nginx

Setelah itu tunggu sebentar dan selesai. Untuk uji coba bisa buka browser yang mengarah pada alamat domain atau ip server tersebut. atau kalau mau langsung dari console putty, bisa ketik lynx localhost atau lynx alamatip atau lynx nama domain.

Beberapa perintah berguna untuk mengelola NGINX adalah

Sampai disini instalasi NGINX sudah selesai. Oh ya secara default halaman yang diload berada di /usr/share/nginx/html.

Membuat Server Blocks  (virtual host kalau apache)

Secara gampang bisa ikuti tutorial disini : https://www.digitalocean.com/community/tutorials/how-to-set-up-nginx-server-blocks-virtual-hosts-on-ubuntu-14-04-lts

Menginstall PHP5

sudo apt-get install php5-fpm

Konfigurasi PHP

Setelah berdarah2 setup php (lebay), akhirnya on juga. Permasalahan yang ditemui dari awal seperti file php tidak terbuka, tapi terdownload. Setelah itu tidak langsung menuju index.htm dan browser blank

Ini contoh konfigurasi server blok

Mengubah maksimal ukuran file yang boleh di upload

Kadang kita perlu mengubah ukuran file yang diupload. Secara default kalo ga salah hanya 2MB. Untuk mengubahnya kita harus tau letak file konfigurasi php nya. Untuk melihat letak file konfigurasi PHP saya membuat file php info yang isinya sebagai berikut

Kemudian ketika diakses di browser akan kelihatan letak konfigurasi filenya. Kalo di PHP saya adalah di /etc/php5/fpm/php.ini. Berarti kita edit itu:

bagian yang saya ubah adalah

upload_max_filesize = 100M post_max_size = 100M

Selanjutnya reload setting PHP dan NGINX. tapi permasalahannya adalah ketika saya menggunakan syntax
sudo service php5-fpm reload
Ternyata muncul pesan unknown instance. Saya coba
sudo service php5-fpm stop, hasilnya juga sama.
Ini yang membuat saya stress kemarin malam. Udah ubah setting php, tetapi di info php nilai upload max size tetap kecil. Huaaa
Setelah browsing2, akhirnya ketemu sintak yang ok. Jadi sedikit pemaksaaan 😀

Syntax diatas yang menyelamatkan jiwa saya. Stackoverflow, you’re my life saver!

 

 

Written by Resika Arthana
I Ketut Resika Arthana, staff dosen di Undiksha. Juga sebagai ketua divisi pengembangan sistem informasi di UPT TIK - Undiksha. Selain itu, juga sebagai co-founder PT. Hooki Global Kreasi. Bidang ilmu ditekuni : pemrograman, datamining, user experience dan IOT Profile

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin