Aturan Urutan Warna Kabel UTP

 

Sering menjadi perdebatan, apakah urutan warna kabel UTP itu penting? ngga masalah kan urutannya yang penting jika pada ujung A pin 1 warnanya putih orange, pin 1 pada ujung B juga warna putih orange? Namun percayalah kawan, ada hal yang sangat penting diperhatikan pada pemasangan kabel UTP untuk mendapatkan koneksi Maksimal.

Jika kita lihat isi kabel UTP, maka akan terdapat pasangan kabel yang saling melilit, pasangan tersebut biasanya antara putih orange dengan orange, putih hijau dengan hijau, putih biru dengan biru dan putih coklat dengan coklat. Pasangan kabel yang dililit terdiri dari kabel positif(ada warna putih) dan kabel negatif. Kenapa dililit? hal itu dilakukan untuk mempertahankan impedansi 100 Ohm dan mengurangi interferensi.

Pada konektor RJ-45, terdapat 8 pin, namun hanya 4 yang digunakan. yaitu pin1 sebagai TX+, pin2 sebagai TX-, pin3 sebagai RX+, pin6 sebagai RX-.

Aturannya sederhana : untuk mendapatkan performance maksimal, maka pasangan kabel yang positif dan negatif harus melilit. contohnya, pin1 pada RJ-45(TX+) digunakan warna putih orange, pin2(TX-) digunakan orange, pin3(RX+) digunakan putih hijau, pin4 dan pin5 tidak digunakan, pin6(RX-) digunakan warna hijau.

Kesimpulannya : urutan warna sebenarnya tidak terlalu diperhatikan, namun harus dipastikan kabel yang digunakan untuk pin positif dan negatif harus dililitkan.

Kabel Straight(Lurus) digunakan untuk menghubungkan komputer dengan switch/hub. TX harus dihubungkan dengan TX, RX dengan RX.  jadi urutan warna ujung A sama dengan ujung B pada kabel kabel UTP. dengan memperhatikan aturan di atas maka urutannya bisa menjadi seperti gambar di bawah.

Kabel Cross(Silang) digunakan untuk menghubungkan antara komputer dengan komputer, atau switch/hub dengan switch/hub. TX harus ketemu dengan RX. Singkatnya pada salah satu ujung, posisi urutan 1 ditukar dengan 3, 2 dengan 6, jadi deh.  perhatikan urutannya sesuai gambar.

Oh ya, standar EIA/TIA T586B memiliki urutan putih orange, orange, putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat coklat. sedangkan EIA/TIA T586A memiliki urutan putih hijau, hijau, putih orange, putih biru, biru, orange, putih coklat, coklat. untuk kabel straight kedua ujungnya menggunakan EIA/TIA T586B, sedangkan untuk kabel satu ujung menggunakan EIA/TIA T586B, ujung satunya menggunakan EIA/TIA T586A.

CMIIW

 

 

Inbox Gammu bisa lebih dari 160 karakter

 

Untuk membuat Inbox Gammu bisa lebih dari 160 karakter, saya mengakalinya seperti ini. saya buat 1 tabel temporary untuk inbox. saya namakan : tempinbox,  tempat sms yang sudah digabung. pada tabel inbox asli, dibuat trigger sehingga SMS yang memiliki UDH kosong atau UDH=0 adalah SMS baru, selain itu maka SMS tersebut adalah update dari SMS sebelumnya. Gammu : sms multipart insert into outbox dengan Trigger
berikut isi trigger yang diletakkan pada tabel inbox before insert.

if new.udh=NULL OR RIGHT(new.UDH,2)=’01′ OR new.UDH= THEN
INSERT INTO `tempinbox`
(`UpdatedInDB`, `ReceivingDateTime`, `TEXT`,
`SenderNumber`, `Coding`, `UDH`, `SMSCNumber`, `Class`,
`TextDecoded`, `ID`, `RecipientID`, `Processed`, `Viewed`,
`autorespon`, `del`) VALUES
(new.UpdatedInDB, new.ReceivingDateTime, new.TEXT, new.SenderNumber,
new.Coding, new.UDH, new.SMSCNumber, new.Class, new.TextDecoded,
new.ID, new.RecipientID, new.Processed, new.Viewed,
new.autorespon, new.del);

ELSE
UPDATE tempinbox SET textdecoded=CONCAT(textdecoded,new.TextDecoded)
WHERE LEFT(udh,10)=LEFT(new.UDH,10);

END if;

semoga membantu.

salam
rey1024

(tulisan ini juga dibuat di forum opensource.telkomspeedy)

 

Colocation Server, Dedicated Server dan VPS

 

Ketika kita membutuhkan server(web server, ftp dsb), tapi belum mempunyai infrastruktur di instansi kita, maka kita bisa menyewa layanan penitipan/penyewaan server. Bedanya dari shared hosting adalah, dalam 1 server tidak dicampur bersama-sama dengan klien lain, hanya ada file-file/account milik kita saja. Sehingga privacy lebih dapat dijamin. Kita juga memiliki akses penuh terhadap server tersebut.

Jika kita sudah punya server, tapi ingin dititipkan di tempat hosting kita bisa memanfaatkan layanan COLOCATION SERVER. sedangkan jika ingin menyewa server mereka, maka kita bisa memanfaatkan layanan DEDICATED SERVER

Colocation adalah layanan di mana kita menaruh server kita di tempat hosting/ISP. Biasanya disediakan listrik dan bandwidth agar server dapat berjalan/online. Manajemen server diserahkan kepada kita sepenuhnya (unmanaged colo), kecuali jika layanan adalah managed colo maka pihak hosting/ISP membantu sejumlah manajemen server

Dedicated server adalah layanan di mana kita menyewa server. Disediakan listrik dan bandwidth agar server dapat berjalan/online. Manajemen server diserahkan kepada kita sepenuhnya (unmanaged colo), kecuali jika layanan adalah managed dedicated maka merekan membantu sejumlah manajemen server

Ada satu lagi, kita juga bisa memanfaatkan layanan VPS. Layanan VPS(Virtual Private Server) mirip dengan dedicated server, hanya servernya bersifat virtual.

(inspirasi dari MWN)

Gadget terkadang merebut kehidupan sosial kita di dunia nyata

 

hmm… setelah nonton video ini baru sadar ternyata gadget juga sangat berpengaruh buruk terhadap kehidupan sosial kita. Perhatikan sekelilingmu? sudahkah ada gejala2nya? :nohope: contoh, 2 orang duduk berdua tapi masing2 sibuk dengan HP nya. IMHO, dunia maya seharusnya menjadi jembatan karena perbedaan jarak dan kesibukan untuk berinteraksi. Bukannya menggantikan kehidupan sosial kita.



Gw jadi inget dengan gambar lucu yang entah gw dapat darimana :ngakak . kehidupan terus2an didepan layar komputer. wowww.. sepertinya gw banget, dikampus selalu berhadapan dengan komputer, dikos depan laptop. . tapi ada beberapa point yang bukan :D :malu

 

Perkuat password Facebook&Email supaya tidak mudah dibajak

 

WARNING! hati2 FB anda dibajak. AKhir2 ini, fenoma seperti ini sering terjadi. “Account FB dibajak->ubah nama menjadi toko seluler->promosi & tag foto2 HP ke orang2->penipuan?”
salah satu contoh : http://www.facebook.com/profile.php?id=1694325678 (dan banyak) lagi. kenapa mereka tidak buat FB baru saja untuk promosi? jawabannya adalah jika memanfaatkan account FB orang, maka otomatis punya banyak teman sekaligus. wahh COWARD!
tips : buat password yang kuat, jangan mudah ditebak (seperti tanggal lahir).
buat password se ALLAY MUNGKIN (contoh : 1L0V384L1). bedakan password email, fb, kaskus, dsb. Jangan klik link sembarangan, apalagi mengisi username dan password.
#gw lagi kesel beberapa fb teman dibajak
:marah

Jenis-jenis pekerjaan bidang IT

 

iseng2 buka forum kaskus bagian dunia kerja dan profesi, ketemu thread bagus tentang IT LOUNGE KASKUS (TEMPAT NONGKRONGNYA KASKUSER PEKERJA IT) Version 2.0. Pada bagian awal menarik sekali, ada posting tentang  jenis2 pekerjaan bidang IT oleh opikvk. ijin copas ya :beer: … pasti sangat berguna.

1. System analyst

Deskripsi Pekerjaan System analyst

System analyst merancang solusi IT baru untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan produktifitas. Pekerjaannya dapat untuk ekstrenal client atau internal client (seperti departemen dalam organisasi yang sama).

Bekerja secara dekat dengan client, analyst memeriksa model bisnis dan aliran data, mendiskusikan penemuan mereka dengan client, dan merancang solusi IT yang tepat.

Mereka menghasilkan sketsa rancangan dan meminta sistem IT baru, menentukan operasi yang akan dijalankan oleh sistem, dan cara data akan dilihat oleh user, memberikan rancangannya pada client dan setelah disetujui, bekerja secara dekat dengan tim client untuk mengimplementasikan solusi

Aktivitas Kerja System analyst

Kebanyakan system analyst bekerja pada tipe khusus sistem IT, dengan bermacam-macam tipe organisasi.Aktivitas kerja juga bergantung pada ukuran dan sifat dasar dari organisasi, tetapi biasanya meliputi:

  • Berhubungan secara luas dengan eksternal atau internal client
  • Menganalisa sistem (yang sudah ada) client
  • Menerjemahkan keperluan client ke dalam laporan singkat proyek yang sangat khusus
  • Mengenali pilihan untuk solusi potensial dan menilainya untuk kecocokan teknis dan bisnis
  • Membuat solusi logis dan inovatif untuk permasalahan yang kompleks
  • Membuat proposal khusus untuk memodifikasi atau menggantikan sistem
  • Membuat laporan proyek yang memungkinkan
  • Memberikan proposal pada client
  • Bekerja secara dekat dengan developer dan bermacam end user untuk memastikan kompatibilitas teknis dan kepuasan user
  • Memastikan anggaran dipatuhi dan memenuhi deadline
  • Membuat jadwal pengujian untuk keseluruhan sistem
  • Mengawasi implementasi sistem baru
  • Merencanakan implementasi sistem baru
  • Membuat user manual
  • Menyediakan pelatihan untuk user dari sistem baru
  • Tetap up to date dengan perkembangan sektor teknis dan industri

Kemampuan System analyst

Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Kemampuan untuk belajar dengan cepat
  • Pendekatan logis dalam pemecahan masalah
  • Menyelidiki dan memiliki rasa ingin tahu
  • Kemampuan presentasi
  • Kemampuan interpersonal dan client-handling yang bagus
  • Business awareness
  • Kemampuan yang baik sekali dalam komunikasi lisan dan tulisan
  • Kemampuan dalam perencanaan dan negosiasi
  • Inistiatif dan kepercayaan diri
  • Ketertarikan bagaimana proses organisasional bekerja

2. Software engineer

Deskripsi Pekerjaan Software engineer

Software engineer meneliti, merancang, dan men-develop sistem software untuk memenuhi keperluan client. Setelah sistem sudah secara penuh dirancang software engineer lalu diuji, debug, dan memelihara sistem.

Mereka perlu memiliki pengetahuan berbagai macam bahasa pemrograman komputer dan aplikasi, ini karena luasnya bidang kerja yang dapat terlibat didalamnya.

Software engineer kadangkali merupakan computer programmer atau software developer. Bergantung pada tipe organisasi, software engineer dapat menjadi spesialis dalam sistem atau aplikasi. Software engineering merupakan salah satu profesi IT yang paling popular.

Aktivitas Kerja Software engineer

Aktivitas yang dilakukan oleh software engineer meliputi:

  • Researching, perancangan, dan pembuatan software baru
  • Menguji program baru dan mencari kesalahan
  • Men-develop program yang sudah ada dengan menganalisa dan mengenali area untuk modifikasi
  • Memasang produk software yang sudah ada dan mengambil incompatible platform untuk bekerja bersama
  • Memeriksa teknologi baru
  • Membuat spesifikasi teknis dan perencanaan pengujian
  • Bekerja dengan bahasa coding komputer
  • Membuat dokumentasi operasional dengan technical author
  • Memelihara sistem dengan memonitoring dan memperbaiki kerusakan software
  • Bekerja secara dekat dengan staff lain, seperti manajer proyek, graphic artists, system analyst, dan sales dan marketing professional
  • Berkonsultasi dengan client/kolega berkaitan dengan pemeliharaan dan performance dari sistem software dan bertanya untuk memperoleh informasi, menjelaskan detail dan mengimplementasikan informasi
  • Secara konstan meng-update pengetahuan teknis dan kemampuan dengan menghadiri in-house dan/atau kursus eksternal, membaca manual dan mengakses aplikasi baru
  • Problem solving dan berpikir secara menyamping sebagai bagian dari tim, atau secara individual, untuk memenuhi kebutuhan dari proyek

Kemampuan Software engineer

Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Pengetahuan tentang berbagai macam aplikasi
  • Antusiasme dan pengetahuan dari project lifecycle
  • Kemampuan analytical and problem-solving
  • Memperhatikan detail
  • Pikiran yang logis
  • Numeracy
  • Pengetahuan tentang sektor yang akan Anda kerjakan
  • Kemampuan interpersonal dan komunikasi yang baik
  • Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan client, kolega, dan manajemen senior
  • Kemampuan untuk belajar skill dan teknologi terbaru dengan cepat
  • Motivasi karir dan kemauan untuk melanjutkan lebih jauh pengetahuan dan kemampuan
  • Awareness pada isu terkini yang mempengaruhi industri dan teknologi

3. Network Engineer

Deskripsi Pekerjaan Network engineer

Network engineer bertanggungjawab untuk memasang dan mendukung komunikasi jaringan komputer dalam organisasi atau antar organisasi. Tujuannya adalah untuk memastikan operasi yang lancar dari jaringan komunikasi untuk menyediakan performance yang maksimum dan ketersediaan untuk user (staff, client, customer, supplier, dan lain-lain).

Network engineer bekerja secara internal sebagai bagian dari tim pendukung IT di organisasi atau secara eksternal sebagai bagian dari perusahaan konsultansi networking dengan beberapa client.

Aktivitas Kerja Network engineer

Pekerjaan ini terpengaruh oleh ukuran dan tipe dari organisasi yang mempekerjakannya. Aktivitas standar yang dilakukan oleh orang-orang berprofesi dibidang ini adalah:

  • Memasang, mendukung, memelihara server hardware dan infrastruktur software baru
  • Mengatur e-mail, anti spam, dan virus protection
  • Melakukan setting user account, izin dan password
  • Memonitor penggunaan jaringan
  • Memastikan cost-effective dan efisiensi penggunaan server
  • Mengusulkan dan menyediakan solusi IT untuk masalah bisnis dan manajemen
  • Memastikan semua peralatan IT memenuhi standar industri
  • Menganalisa dan menyelesaikan kesalahan, mulai dari major system crash sampai kelupaan password
  • Mengerjakan rutin preventative measures dan mengimplementasikan dan memonitor keamanan jaringan, jika jaringan terkoneksi ke internet
  • Menyediakan pelatihan dan dukungan teknis untuk user dengan bermacam tingkat pengetahuan IT dan kompetensi
  • Mengawasi staff lain, seperti help desk technician
  • Bekerja dekat dengan departemen/organisasi lain dan berkolaborasi dengan staff IT lain
  • Merencanakan dan mengimplementasikan pengembangan IT untuk masa mendatang dan menjalankan kerja proyek
  • Mengelola website dan memelihara jaringan internal
  • Memonitor penggunaan web oleh para pekerja

Kemampuan Network engineer

Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Pengetahuan yang up to date dan memahami kebutuhan bisnis dan industri
  • Kemampuan komunikasi yang baik sekali
  • Mampu untuk menerima bermacam tugas dan memperhatikan detail
  • Kemampuan analytical dan problem-solving
  • Kemampuan teamwork dan mampu untuk merasa nyaman bekerja dengan tim, client dan grup staff yang berbeda antar organisasi
  • Kemampuan organisasional

4. Application Developer

Deskripsi Pekerjaan Application developer
Application developer menerjemahkan kebutuhan software ke dalam kode pemrograman singkat dan kuat. Kebanyakan akan mengkhususkan pada lingkungan development tertentu seperti computer games atau e-commerce, dan akan memiliki pengetahuan yang dalam pada beberapa bahasa komputer yang bersangkut-paut. Peranannya meliputi menulis spesifikasi dan merancang, membangun, menguji, mengimplementasikan dan terkadang yang membantu aplikasi seperti bahasa komputer dan development tool.
Application developer bekerja dalam range yang luas pada sektor bisnis seperti sektor publik, biasanya menjadi bagian dari tim dengan IT professional lainnya seperti system/busineess analyst dan technical author. Mereka bekerja pada produk umum yang dapat dibeli atau untuk client individual menyediakan bespoke solutions.

Aktivitas Kerja Application developer
Fungsi dasar dari application developer adalah untuk mempergunakan pengetahuan teknik pemrograman dan sistem komputer untuk membuat program komputer untuk melakukan bermacam-macam pekerjaan sesuai dengan persetujuan dengan client.
Aktivitas yang dilakukan oleh application developer meliputi:

  • Membuat spesifikasi program secara detail melalui diskusi dengan client
  • Menjelaskan secara tepat apa tindakan (aksi) program yang diinginkan
  • Menguraikan spesifikasi program ke dalam elemen-elemen sederhana dan menerjemahkan logikanya ke dalam bahasa pemrograman
  • Memikirkan solusi yang mungkin untuk menprediksi masalah, mengevaluasi pilihan lain
  • Bekerja sebagai bagian dari tim, dimana mengadakan proyek khusus, untuk membuat bagian tertentu dari program
  • Mengkombinasikan semua elemen dari rancangan program dan mengujinya
  • Menguji sample data-set untuk memeriksa keluaran dari program sesuai dengan yang diinginkan
  • Bereaksi terhadap masalah dan memperbaiki program seseuai kebutuhan
  • Memasang program dan mengadakan pengujian akhir
  • Mempelajari computer printout selama berlangsungnya pengujian
  • Mengevaluasi keefektifan program
  • Meningkatkan efisiensi operasi program dan menyesuaikan kebutuhan baru seperlunya
  • Mengadakan user acceptance testing untuk memastikan program mudah digunakan, cepat, dan akurat
  • Membuat ulang langkah yang diambil oleh user untuk menemukan sumber masalah
  • Membuat dokumentasi secara detail atas operasi dari program oleh user dan operator komputer
  • Mengkonsultasikan manual, laporan periodik dan teknis untuk mempelajari cara baru untuk men-develop program dan memelihara yang sudah ada

Kemampuan Application developer
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Kemampuan teknis yang kuat dalam pemrograman, perancangan, metodologi system development dan pengujian, khususnya pada industri game
  • Kemampuan komunikasi yang baik
  • Kemampuan dalam manajemen proyek
  • Kemampuan problem-solving
  • Perhatian pada detail
  • Keuletan dan kesabaran
  • Kemampuan teamwork
  • Pemahaman proses bisnis dan batasannya

5. Manager Sistem Informasi

Deskripsi Pekerjaan Manajer Sistem Informasi
Manajer sistem informasi bertanggungjawab pada sistem komputer dalam perusahaan, mengawasi pemasangan, memastikan sistem backup berjalan dengan efektif, membeli hardware dan software, menyediakan infrastruktur teknologi ICT untuk organisasi, dan berkontribusi dalam kebijakan organisasi mengenai standar kualitas dan perencanaan strategi.
Manajer sistem informasi bekerja pada semua ukuran orgranisasi dalam industri dan sektor pelayanan, biasanya dengan staff dari teknisi, programmer, dan hardware melapor pada manajer.

Aktivitas Kerja Manajer Sistem Informasi
Manajer sistem informasi bertanggungjawab untuk implementasi teknologi dalam suatu organisasi dan mengatur kerja dari system/business analyst, computer programmer, support specialist, dan pekerja lainnya yang berhubungan dengan komputer. Pemegang jabatan biasanya pekerja yang berpengalaman dengan keahlian teknis dan juga memahami prinsip bisnis dan manajemen. Kewajiban dalam peranan pada akhirnya bergantung pada organisasi yang mempekerjakannya dan kompleksitas dari sistem informasi.
Aktivitas standar yang dilakukan oleh orang-orang berprofesi dibidang ini adalah:

  • Mengevaluasi kebutuhan user dan fungsionalitas sistem dan memastikan fasilitas ICT memenuhi kebutuhan
  • Merencanakan, men-develop dan mengimplementasikan keuangan ICT, memperoleh harga yang kompetitif apabila cocok, untuk memastikan keefektifan biaya
  • Penjadwalan upgrade dan backup keamanan dari sistem hardware dan software
  • Mencari kembali dan memasang sistem baru
  • Memastikan running yang lancar dari semua sistem ICT seperti software anti-virus, layanan print dan e-mail.
  • Memastikan lisensi software
  • Menyediakan akses aman ke jaringan untuk remote user
  • Memastikan keamanan data dari serangan internal dan eksternal
  • Menyediakan user dengan support dan nasehat yang tepat
  • Mengatur situasi krisis, dimana melibatkan masalah teknis yang kompleks dari hardware atau software
  • Melakukan mentoring dan pelatihan pada staff pendukung ICT
  • Tetap up to date dengan teknologi terbaru

Kemampuan Manajer Sistem Informasi
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Kepemimpinan
  • Kemampuan untuk bekerja dengan orang pada semua tingkat dalam organisasi
  • Kemampuan untuk berkontribusi dan mengimplementasikan strategi organisasional

6. Konsultan IT

Deskripsi Pekerjaan Konsultan IT
Konsultan IT bekerja secara partnership dengan client, menganjurkan mereka bagaimana untuk menggunakan teknologi informasi agar memenuhi sasaran bisnis atau menyelesaikan suatu masalah. Konsultan bekerja untuk memperbaiki struktur dan efisiensi dan sistem IT organisasi.
Konsultan IT dapat terlibat dalam bermacam aktivitas seperti marketing, manajemen proyek, customer relationship management (CRM) dan system development.
Mereka juga bertanggungjawab untuk pelatihan user dan feedback. Pada banyak perusahaan, tugas tersebut dilakukan oleh IT project team. Konsultan IT makin terlibat dalam penjualan dan pengembangan bisnis.

Aktivitas Kerja Konsultan IT
Tugas khusus yang dilakukan oleh konsultan IT meliputi:

  • Bertemu dengan client untuk menentukan keperluan
  • Bekerja dengan client untuk menetapkan jangkauan dari suatu proyek
  • Merencanakan timescale dan kebutuhan sumber daya
  • Menjelaskan spesifikasi sistem client, memahami kebiasaan kerja mereka (client) dan sifat dasar dari bisnisnya
  • Bepergian ke tempat customer
  • Berhubungan dengan staff pada semua tingkat dari organisasi client
  • Menetapkan software, hardware dan kebutuhan jaringan
  • Menganalisa kebutuhan IT dalam perusahaan dan memberikan nasehat yang independen dan objektif dalam penggunaan IT
  • Men-develop solusi yang cocok dan mengimplementasikan sistem baru
  • Memberikan solusi dalam laporan tertulis ataupun lisan
  • Membantu client pada aktivitas perubahan manajemen
  • Membeli sistem jika cocok
  • Merancang, menguji, memasang dan memonitoring sistem baru
  • Menyiapkan dokumentasi dan memberikan laporan proses pada customer
  • Mengatur pelatihan untuk user dan konsultan lain
  • Mengenali potential client dan membangun dan memelihara hubungan

Kemampuan Konsultan IT
Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Kemampun untuk memimpin
  • Kemampuan komunikasi dan interpersonal
  • Kemampuan teamwork
  • Pendekatan logis untuk problem solving/analytical skills
  • Kemampuan untuk cepat belajar
  • Kepercayaan ketika membuat keputusan
  • Kemampuan presentasi
  • Kemampuan customer service yang baik
  • Kemampuan organisasional yang baik untuk mengatur heavy workload
  • Kemampuan untuk berkomunikasi informasi teknis pada client non-IT dan kolega
  • Fleksibilitas dan adaptabilitas
  • Kemampuan manajemen waktu

7. IT Trainer

Deskripsi Pekerjaan IT Trainer
IT Trainer umumnya merancang dan memberikan kursus dalam information and communications technology (ICT) seperti aplikasi dekstop dan software khusus perusahaan. Mereka juga menyediakan pelatihan dalam area yang lebih teknis untuk software engineer, teknisi, perancang website, dan programmer. IT Trainer bekerja pada perguruan tinggi, perusahaan pelatihan, dan dalam departemen pelatihan dari suatu perusahaan besar dan organisasi sektor publik. Banyak IT Trainer merupakan self-employed.

Aktivitas Kerja IT Trainer
Pelatihan umumnya jatuh pada dua kategori, yaitu aplikasi software desktop (pengolah kata, database, spreadsheet, internet dan e-mail) dan area teknis seperti programming, web design, networking dan pemeliharaan PC.
Aktivitas standar yang dilakukan oleh orang-orang berprofesi dibidang ini adalah:

  • Merancang materi kursus dan dokumen lain seperti handout, manual, dan latihan
  • Mengatur dan memasarkan kursus untuk memenuhi kebutuhan dari pelajar dan permintaan bisnis
  • Menyiapkan lingkungan pelatihan dan sumber daya seperti men-setting peralatan IT
  • Menyampaikan program pelatihan pada client baik itu dalam setting group classroom atau online melalui e-learning atau Virtual Learning Environment (VLE) atau one-to-one basis.
  • Mendukung dan melatih pelajar menggunakan VLE atau paket self-learning
  • Mengevaluasi keefektifan dari pelatihan dan course outcorner
  • Berhubungan dengan penyedia kursus eksternal, employer, client, memeriksa badan dan perusahaan software, dan lain-lain
  • Menerima tanggung jawab untuk pemeliharaan hardware dan software yang digunakan untuk pelatihan dan menganjurkan perbaikan dan upgrade
  • Tetap up to date dengan sistem yang bersangkutan, software dan teknologi pelatihan online
  • Berurusan dengan administrative record

Kemampuan IT Trainer

Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Pengetahuan yang up to date dari aplikasi dan sistem IT.
  • Kemampuan lisan dan tulis yang baik
  • Kemampuan organisasional, perencanaan, pelatihan dan presentasi yang baik
  • Kesabaran dan kepercayaan
  • Self-motivation dan mampu untuk memotivasi orang lain
  • Kemauan untuk belajar

Metrik pengembangan perangkat lunak berorientasi objek

 

Pengembangan dan desain perangkat lunak berorientasi objek saat ini sangat populer. Perbedaan utama antara pemrograman terstruktur dengan berorientasi objek adalah pada pemrograman terstruktur fundamental pembangunan program adalah algoritma. Sedangkan pada pemrograman berorientasi objek menggunakan objek sebagai fundamentalnya. Dalam pengembangan perangkat lunak berorientasi objek, supaya perangkat lunak/source code yang kita buat berkualitas harus memperhatikan kaidah-kaidah seperti reusability, understandability, maintainability dan testability. Reusability adalah kemampuan kode yang kita buat bisa digunakan lagi pada aplikasi lain maupun pada aplikasi itu sendiri. Kode yang kita buat harus mudah dimengerti(understanbility) supaya mudah di maintenace. Selain itu, kode yang kita buat usahakan sederhana(simplicity) sehingga mudah dilakukan pengujian (testing). Nah pertanyaannya sekarang, bagaimana kita mengetahui kualitas kode yang kita buat? Bagaimana cara mengukurnya?  :bingung:

Metrics software merupakan tools yang bisa digunakan untuk mengukur kode yang kita buat dengan berbagai macam tipe pengukuran yang berhubungan dengan sistem, proses atau dokumen terkait dalam perangkat lunak. Metrics membantu dalam melakukan evaluasi terhadap pengembangan dan testing yang perlu dilakukan dalam suatu sistem yang meliputi aspek testability, understandability, maintainability dan reusability. Metrics yang bisa digunakan untuk mengukur perangkat lunak berorientasi objek bisa juga metrik tradisional(pada pemrograman struktural) dan metrik yang khusus digunakakan untuk pengembangan perangkat lunak berbasis objek.

Pada posting ini kami akan membahas paper berjudul “Applying and Interpreting Object Oriented Metrics” yang ditulis oleh Dr. Linda H. Rosenberg. Paper ini membahas tentang Software Assurance Technology Center (SATC) pada NASA Goddard Space Flight Center yang melakukan pendekatan untuk memilih metrics untuk project dengan terlebih dahulu mengidentifikasi atribut yang terkait dengan pengembangan berorientasi objek. Cakupan bahasan tersebut meliputi  penjelasan metrik-metrik tersebut, termasuk, cara menghitung dan bagaimana cara membacanya. Kami juga mengambil studi kasus dari tugas Character Graphics pada mata kuliah TPL. Read the rest of this entry »

Metric software: Number of Children (NOC)

 

NOC merupakan jumlah subclass yang diturunkan langsung dari suatu class. Semakin tinggi nilai NOC menyebabkan semakin besar reuseability karena inheritance adalah bentuk dari reuse. Semakin besar NOC juga dapat menyebabkan proses pengujian semakin banyak karena apabila terjadi perubahan di suatu class dapat mempengaruhi class yang menjadi subclass dari class tersebut.

Berikut contoh perhitungan NOC pada program Characters Graphic:

Berikut hasil pengukuran metrik NOC pada seluruh class pada program Characters Graphic

Pada paper berjudul “Applying and Interpreting Object Oriented Metrics” yang ditulis oleh Dr. Linda H. Rosenberg disajikan aplikasi dan interpretasi dari metric DIT dan NOC dengan menggunakan NASA project data sebagai berikut:

Gambar grafik diatas menampilkan bagaimana dua cara pandang dari indentifikasi data pada class yang diamati. DIT yang tinggi mengindikasikan trade-off diantara meningkatnya kompleksitas dan meningkatnya reuse, tetapi perlu dilakukan lebih banyak testing pada sistem. NOC yang tinggi juga mengindikasikan peningkatan reuse, tetapi kemungkinan memerlukan lebih banyak testing pada sistem.

Metric software: Depth of Inheritance Tree (DIT)

 

DIT digunakan untuk mengukur kedalaman dari suatu class pada  inheritance hierarchy  tree. DIT dihitung dengan cara menghitung jumlah tingkatan dari kelas node ke root dari inheritance hierarchy  tree. Semakin besar nilai DIT pada suatu class maka semakin banyak method yang diwarisi sehingga semakin rumit untuk mengamati tingkah laku dari class tersebut tetapi semakin besar reuseability dari method yang diwarisi.
Berikut contoh perhitungan DIT pada program Characters Graphic:

Berikut hasil pengukuran metrik DIT pada seluruh class pada program Characters Graphic

Pada paper berjudul “Applying and Interpreting Object Oriented Metrics” yang ditulis oleh Dr. Linda H. Rosenberg disajikan aplikasi dan interpretasi dari metric DIT dengan menggunakan NASA project data sebagai berikut:

Pada gambar grafik diatas, kita melihat bahwa Hampir 66% (DIT>0) dari class project ini berada di bawah class lainnya di dalam tree, yang mengindikasikan berada dalam level sedang dari reuse.

 

CBO digunakan untuk menghitung jumlah class lainnya yang non-inheritance dimana class tersebut di couple. Couple yang dimaksudkan adalah didalam satu class memanggil method dari class lainnya. Class-class yang memiliki nilai CBO yang tinggi dapat mengganggu desain modular dan mencegah reuseablity dari suatu class. Untuk  meningkatkan modularitas dan mendukung enkapsulasi, CBO seharusnya dijaga tetap minimum. Karena semakin banyak couple, semakin besar sensivitas di dalam desain sehingga pemeliharaan menjadi semakin rumit. Apabila ada class lain yang dipanggil lebih dari 1x maka akan tetap dihitung sebagai 1x pemanggilan.
Berikut contoh perhitungan CBO pada class Tool:

Berikut hasil pengukuran metrik CBO pada program Characters Graphic

Pada paper berjudul “Applying and Interpreting Object Oriented Metrics” yang ditulis oleh Dr. Linda H. Rosenberg disajikan aplikasi dan interpretasi dari metric CBO dengan menggunakan NASA project data sebagai berikut:

Pada gambar grafik diatas, kita melihat bahwa dari 240 class, lebih dari 1/3 nya berdiri sendiri(terdapat lebih dari 80 class memiliki CBO=0). Semakin besar CBO suatu class mengindikasikan bahwa class tersebut kemungkinan lebih sulit dimengerti, susah untuk digunakan kembali(reuse) dan lebih sulit untuk dimaintain.